![]()
Patroli24jam – MERANTI – Gerakan masyarakat menuntut pembangunan Jembatan Pangilma Sampul dan Selat Akar di Kabupaten Kepulauan Meranti terus menguat. Petisi yang digalang komunitas “Petisi Bela Rakyat” kini telah ditandatangani lebih dari 800 orang.
Capaian 800+ tanda tangan ini menjadi bukti nyata harapan besar warga Meranti agar konektivitas antar wilayah segera terwujud.
Suara Rakyat Untuk Rakyat:
Petisi yang bisa diakses melalui change.org/JembatanMeranti ini mengusung tagline “Suara Rakyat, Untuk Rakyat”. Setiap tanda tangan disebut sebagai bentuk “amal jariyah” untuk masa depan Meranti yang lebih maju.
“Satu tanda tangan, satu harapan, satu langkah untuk Meranti yang lebih maju,” demikian bunyi ajakan dalam poster petisi tersebut.
Dukungan Tokoh dan Masyarakat:
Sejumlah tokoh masyarakat Meranti telah lebih dulu memberikan dukungan dengan menandatangani petisi. Di antaranya Ramlan Abdullah, Mahmuzin Meranti, Nazaruddin Atan, Nurmaharani Ani, Mas Tato, Dedi Putra, Hery Saputra, Falzan Surahman, Aziz Arika, Rudi Meranti, Hanafi Rusli Ismail, Ijan Zulfikar, dan Joko Suryanto S.
Total sudah 800+ orang yang bergabung, termasuk 786 masyarakat lainnya. “Terima kasih untuk 800+ orang yang telah bersuara untuk masa depan Kepulauan Meranti,” tulis Petisi Bela Rakyat.
Jembatan Sebagai Penghubung Harapan:
Dalam ajakannya, penggagas petisi menekankan bahwa jembatan bukan hanya sekadar infrastruktur. “Jembatan ini bukan hanya penghubung wilayah, tapi juga penghubung harapan,” sebut mereka.
Pembangunan jembatan Pangilma Sampul dan Selat Akar selama ini menjadi aspirasi utama warga Meranti untuk mempermudah akses, menekan biaya hidup, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah kepulauan.
Masyarakat masih bisa ikut menandatangani petisi dengan scan QR Code atau kunjungi change.org/JembatanMeranti. Petisi Bela Rakyat berharap dukungan terus bertambah agar suara rakyat Meranti didengar pemerintah pusat dan daerah.
“Bersama kita wujudkan Meranti yang terhubung, tumbuh, dan sejahtera,” tutup pernyataan dalam poster…(Zamri)
