Oplus_131072
![]()
Patroli24jam. OKU – Video yang memperlihatkan kondisi Sungai Air Kuning di Desa Kurup, Kabupaten Ogan Komering Ulu OKU berubah menjadi pekat kehitaman viral di media sosial. Kejadian ini memicu keresahan warga yang selama ini menggantungkan sungai tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Jumat, 31 Juli 2026.
Dalam video tersebut, warga mengeluhkan air sungai yang tidak lagi layak digunakan untuk mandi, mencuci, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya. Warga juga mengaku kesulitan air bersih karena sumur milik warga mengalami kekeringan.
“Kami tidak punya pilihan lain. Sumur kering, terpaksa menggunakan air sungai,” ujar salah seorang warga dalam video yang beredar.
Warga juga menemukan ikan-ikan mengambang di aliran sungai. Menyusul viralnya video tersebut, Ketua RT bersama perangkat desa turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi sungai.
Duga Limbah dari PT KIT.
Dalam video itu, warga menunjukkan saluran pipa yang mereka duga berasal dari PT KIT. Menurut pengakuan warga, pada Rabu, 8 Juli 2026, dari pipa tersebut mengalir cairan berwarna hitam dengan debit yang cukup deras.
Hari Kurniawan, yang disebut sebagai advokat dan kuasa hukum masyarakat Desa Kurup, bersama Ketua RT, Sekretaris Desa, dan perangkat desa lainnya juga meninjau lokasi untuk melihat langsung kondisi aliran sungai yang dikeluhkan masyarakat.
Desak Investigasi dan Ancam Aksi.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten OKU, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait segera melakukan investigasi, mengambil sampel air, dan mengungkap sumber pencemaran agar persoalan tersebut ditangani secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Masyarakat juga menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tidak ada tindak lanjut dari pemerintah maupun pihak terkait.
Seorang warga mengaku kondisi Sungai Air Kuning mulai berubah sejak beroperasinya PT KIT. Sebelumnya, air sungai masih jernih dan digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT KIT belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait dugaan pencemaran tersebut.
Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU juga belum dapat dikonfirmasi mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan…(Tim Redaksi)
