![]()
Patroli24.com Langkat (Sumut). DPD LSM Generasi Masyarakat Adil Sejahtera (GMAS) Kabupaten Langkat, dipimpin langsung oleh Ketua Bung Donny Lubis, Sekretaris Jenderal Bung Hasan Lubis, dan Kepala Divisi Lembaga Bung Junaidi, melakukan peninjauan mendadak ke lokasi TK Al Hafizh yang beralamat di Jalan Pangkalan Brandan, Dusun VII Simpang Balai Gajah, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat. Sekolah ini dikabarkan menerima bantuan revitalisasi senilai lebih dari 1 MILIAR RUPIAH — namun yang ditemukan di lokasi sungguh memalukan: TIDAK ADA SATU ORANG PEKERJA YANG SEDANG BEKERJA. LOKASI KOSONG MELANGA, PEKERJAAN MANGKRAK TANPA KEJELASAN. Langkat (11/08/26).
Ketika tim GMAS mencoba menelusuri kebenaran, para pekerja dihubungi melalui pesan WhatsApp — dan jawabannya membuat bulu kuduk merinding: MEREKA BERHENTI BEKERJA KARENA UPAH / GAJI MEREKA TERSENDAT-TERSENDAT DAN TIDAK DIBAYAR!
Ada apa sebenarnya dengan bangunan sekolah yang bercat MERAH PUTIH ini?
Apakah corak merah putih ini sekadar warna cat — atau memang sekolah ini bersumber dari anggaran yang bernama “Koperasi Merah Putih”? Mengapa tidak ada papan informasi pekerjaan? Mengapa anggaran 1 MILIAR lebih tidak bisa membayar upah pekerja tepat waktu? Kemana perginya uang tersebut?
Jika upah pekerja saja ditahan — lalu siapa yang makan besar dari proyek ini.
1. Anggaran revitalisasi diduga Rp 1 Miliar+ — tapi pekerjaan mangkrak, tidak ada yang bekerja
2. Pekerja berhenti karena gaji/upah tersendat — bukti jelas aliran dana tidak lancar, padahal anggaran sudah cair
3. Tidak ada papan proyek, tidak ada data anggaran terbuka — warga tidak tahu sumber dana, nilai kontrak, nama pemborong, dan jangka waktu pelaksanaan
4. Bangunan bercorak merah putih — menimbulkan pertanyaan publik: apakah ini bersumber dari program Koperasi Merah Putih atau APBN/APBD? Mengapa dirahasiakan?
5. Pekerjaan terhenti tanpa alasan resmi — anak-anak yang seharusnya belajar di gedung baru, kini menunggu tanpa kepastian
Bung Donny Lubis — Ketua DPD LSM GMAS Langkat:
“Anggaran 1 MILIAR LEBIH — tapi pekerja tidak dibayar dan lokasi kosong! Ini tidak masuk akal. Jika uang sudah cair, kenapa upah rakyat yang bekerja keras di bawah terik matahari ditahan? Kemana selisihnya? Kami tidak akan diam. Kami akan terus menyelidiki: siapa pemborongnya, siapa yang mengawasi, dan kemana perginya setiap rupiah anggaran ini!”
Bung Hasan Lubis — Sekretaris Jenderal:
“Warna merah putih seharusnya melambangkan kemerdekaan dan kejujuran — bukan penutup kebohongan dan penggelapan uang rakyat. Jika ini memang anggaran negara, maka wajib transparan. Tunjukkan RAB, tunjukkan bukti pembayaran upah, tunjukkan kemajuan fisik. Jika tidak — maka kami simpulkan ada yang tidak beres, dan akan kami bawa ke jalur hukum!”
Bung Junaidi — Kepala Divisi Lembaga:
“Pekerja adalah pihak paling bawah yang paling berhak menerima upah tepat waktu. Jika mereka tidak dibayar — berarti ada yang menahan, ada yang memotong, ada yang memakan duluan. Itu tidak adil, itu tidak jujur, dan itu harus dipertanggungjawabkan!”
Kami belum selesai. Ini baru permulaan. LSM GMAS akan terus menyelidiki sumber dana, nama pemborong, kontrak kerja, dan bukti pembayaran upah. Jangan anggap warga tidak tahu — kami tahu, kami pantau, dan kami akan bongkar sampai tuntas.
Tunggu kelanjutannya — kebenaran akan terungkap, siapapun yang bersembunyi di balik cat merah putih.
Reporter : Erna
Editor : Rid.STP
