![]()
Patroli24jam.com Langkat (Sumut) Islam menawarkan instrumen filantropi yang telah terbukti mampu memperkuat solidaritas sosial, yaitu zakat, wakaf, dan sedekah. Ketiga instrumen tersebut bukan sekadar ibadah individual, melainkan sistem distribusi kesejahteraan yang bertujuan mengurangi kesenjangan ekonomi dan mewujudkan keadilan sosial.
Allah Swt. telah menetapkan golongan yang berhak menerima zakat melalui firman-Nya:
“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan…” (QS. At-Taubah [9]: 60).¹
Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat merupakan instrumen ekonomi yang memiliki sasaran jelas, yaitu mengurangi kemiskinan, memperkuat kelompok rentan, dan menjaga keseimbangan sosial.
Demikian pula Allah Swt. menggambarkan besarnya manfaat infak dan sedekah:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji…” (QS. Al-Baqarah [2]: 261).
Ayat ini menegaskan bahwa harta yang dibelanjakan untuk kemaslahatan masyarakat tidak akan berkurang, tetapi justru menjadi sumber keberkahan dan pertumbuhan.
Selain zakat dan sedekah, Islam mengenal wakaf sebagai investasi sosial jangka panjang. Wakaf produktif dapat diwujudkan dalam bentuk tanah pertanian, rumah sakit, sekolah, pesantren, pusat pelatihan kerja, hingga usaha produktif yang hasilnya digunakan untuk kepentingan masyarakat. Dengan pengelolaan profesional, wakaf mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan lintas generasi.
Rasulullah saw. bersabda:
*”Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”*
Hadis tersebut menjadi landasan utama pengembangan wakaf sebagai amal jariah yang manfaatnya terus mengalir sepanjang waktu.
Tantangan terbesar bukan terletak pada minimnya potensi, melainkan pada optimalisasi penghimpunan, tata kelola, dan pendayagunaan. Zakat tidak seharusnya hanya bersifat konsumtif, tetapi perlu diarahkan pada pemberdayaan ekonomi. Bantuan modal usaha mikro, pelatihan keterampilan, pemberdayaan petani dan nelayan, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi keluarga akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.
Demikian hal tersebut disampaikan kepala kantor urusan agama kecamatan Bahorok H. Muhammad Kurnia Amir, S. Sos. I, S. Pd. I, MM pada acara pengajian Al-Hidayah Kecamatan Bahorok, Jum’at (18.09.2026) yang dilaksanakan di masjid Alhidayah desa Ujung Bandar. Pengajian yang dihadiri ratusan ibu-ibu perwitan sekecamatan Bahorok ini juga dihadiri Kepala desa sekecamatan Bahorok sebagai pembina pengajian disetiap desanya. Tujuan pengajian adalah menyambung tali silaturahmi dan koordinasi tentang pembangunan serta sebagai wadah peningkatan sumber daya manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Kurnia dalam tausiyahnya mendorong peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan zakat, wakaf dan sedekah agar dapat kumpul dikelola dan disalurkan tepat guna dan manfaat guna melalui unit pengumpul zakat kecamatan Bahorok yang telah mendapat SK Kepengurusan dari BAZNAS Kabupaten Langkat dan akan berkoordinasi kerjasama dengan kasi zakat wakaf kementerian agama Kabupaten Langkat. Selanjutnya akan dibentuk kampung sadar zakat gemar sedekah di kecamatan Bahorok dengan menetapkan salah satu desa yang ada di kecamatan Bahorok sebagai desa percontohannya yang akan dibina dan dibimbing penyuluh agama Islam, kata Kurnia penuh harapan.
Sebelumnya rencana kampung sadar zakat dan gemar sedekah ini telah disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral pemerintahan kecamatan Bahorok dihadapan Anggota DPRD Kabupaten Langkat John Binsar Ketaren, camat Bahorok H.Robi Deritawan Sitepu, M.AP, Kapolsek Bahorok IPTU Chris Rimawan,SH, MH, tokoh agama masyarakat dan peserta rapat lainnya.
Pengajian Alhidayah dihiasi dengan penampilan tim Syarhil Qur’an ditutup dengan pemberian hadiah kuis.
Lintang.S
Editor : Rid.STP
