![]()
BERAU – Seorang warga bernama Imran, laki-laki kelahiran Gunung Sari, 31 Desember 1955, dilaporkan hilang setelah terakhir kali terlihat berjalan kaki seorang diri di kawasan Jalan Stasiun III menuju Labanan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Berdasarkan laporan yang dibuat di Polres Berau, informasi mengenai keberadaan Imran diterima keluarga pada Senin, 5 Oktober 2026 sekitar pukul 18.00 WITA.
Saat itu, Fharmawati memperoleh informasi melalui WhatsApp dari Atha Arian yang menyampaikan bahwa Imran terlihat berjalan kaki seorang diri di Jalan Stasiun III dengan arah menuju Labanan.
Mendapat informasi tersebut, pihak keluarga kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi. Namun hingga sekitar pukul 21.00 WITA, Imran tidak kunjung ditemukan.
Keluarga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polres Berau agar dilakukan penanganan dan upaya pencarian terhadap Imran.
Dalam dokumen laporan, Imran tercatat pernah bekerja sebagai nelayan/perikanan dan tidak memiliki catatan tersangkut urusan kepolisian.
Adapun ciri-ciri Imran berdasarkan laporan, memiliki tinggi sekitar 150 sentimeter, berat badan sekitar 50 kilogram, rambut putih cepak dan kulit sawo matang.
Saat terakhir terlihat, Imran mengenakan baju batik warna coklat hitam, celana kain warna hijau tosca, serta sepatu berwarna hitam. Ia juga disebut membawa tongkat dan mengenakan topi berwarna merah.
Laporan tersebut dibuat pada 6 Oktober 2026 di Tanjung Redeb dan telah ditandatangani oleh pelapor serta petugas Polres Berau.
Hingga saat ini, keberadaan Imran masih menjadi perhatian pihak keluarga. Mereka berharap informasi dari masyarakat dapat membantu mempercepat proses pencarian.
Masyarakat yang mengetahui keberadaan atau memiliki informasi terkait Imran diharapkan segera menghubungi pihak keluarga atau kepolisian terdekat.
Media Patroli 24 jam terus memantau perkembangan informasi terkait laporan warga hilang tersebut.(Fendy)
