![]()
Patroli24jam.com Langkat ( Sumut ). Langkat 08 Oktober 2026 — Suara kecewa masyarakat Kabupaten Langkat memuncak pada Selasa siang, 8 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB. LSM GMAS bersama Tim Kreator ATOK LABU, LAWAN INSTITUTE, Anak Muda Pangkalan Susu (AMPAS), serta berbagai komunitas kreator lainnya turun ke jalan lintas nasional Medan–Stabat–Banda Aceh, tepatnya di Simpang Ayam, Tanjung Beringin, Kabupaten Langkat, untuk menggelar aksi damai yang tegas namun tertib.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan mendalam masyarakat. Jalan yang sudah lama viral dalam kondisi rusak parah, beberapa hari lalu sempat dikerjakan hanya sepanjang 100 meter, lalu terhenti dengan alasan menunggu hasil uji laboratorium terkait kualitas aspal. Masyarakat merasa dipertontonkan dan diabaikan — alasan yang dianggap tidak masuk akal untuk menunda keselamatan pengguna jalan.
“Kami tidak menuntut yang lain. Jalan ini adalah urat nadi perekonomian kita. Puluhan ribu orang lewat setiap hari. Kalau hanya 100 meter lalu berhenti, untuk apa janji-janji itu?” ujar Bung Donny, Ketua DPD LSM GMAS Langkat.
Massa sebelumnya telah menerima informasi bahwa pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara akan hadir langsung menemui dan berdialog dengan para demonstran. Namun, berjam-jam menunggu hingga sore hari, pihak yang dijanjikan tak kunjung hadir. Kecewa namun tetap berpegang pada prinsip damai, massa melakukan pembakaran ban — bukan untuk merusak, melainkan untuk menghidupkan kembali semangat dan perhatian pihak yang berwenang.
Aksi ini berjalan kondusif dengan pengamanan ketat dari pihak kepolisian, dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Langkat, Kompol Firman, S.H., M.H. beserta tim Sat Intelkam Polres Langkat, Kapolsek Hinai, serta Babinsa setempat. Turut hadir dan mengawal langsung anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Komisi IV, Jul Aidi Syam, S.T. (Fraksi Gerindra), dan Sekretaris Komisi IV DPRD Langkat, Mahalli Hakim, S.T., S.Pd. (Fraksi PKS).
Keteguhan dan kesabaran masyarakat membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.30 sore, alat berat dan aspal akhirnya tiba di lokasi. Pekerjaan pengaspalan kembali dimulai! Diketahui, proyek ini membentang dari Tandam hingga Pangkalan Susu dengan total anggaran mendekati Rp87 Miliar.
“Kami bersyukur pekerjaan dimulai kembali. Tapi ini belum selesai. Kami akan terus mengawal proyek ini dari awal hingga akhir, sampai jalan ini benar-benar selesai dan layak dilewati. Tidak ada kata berhenti sebelum tuntas!” tegas Bung Donny di akhir pernyataannya kepada awak media.
Semangat masyarakat Langkat membuktikan: ketika kita bersatu, janji tak bisa lagi diingkari. Reporter : Ernawati
Editor : Rid.STP
