![]()
Patroli24jm.com Langkat Peringatan Hari Santri 2026 diarahkan menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan Indonesia. Tidak hanya sebagai pewaris tradisi keilmuan Islam, santri diharapkan tampil sebagai generasi berkarakter, produktif, kreatif, adaptif, dan mampu berkontribusi di berbagai bidang.
Arah tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar menetapkan tema Hari Santri tahun ini yaitu “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”
Dalam panduan tersebut, Kementerian Agama menegaskan bahwa kiprah dan pengabdian santri senantiasa relevan dari masa ke masa. Jika sejarah mencatat kontribusi santri dalam perjuangan kemerdekaan, perjuangan tersebut kini menemukan bentuk baru melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemandirian ekonomi, kepedulian sosial, serta pengamalan nilai agama dan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Menguatkan Negeri” dimaknai dengan menghadirkan santri sebagai bagian dari solusi atas tantangan bangsa. Dari pesantren, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memiliki kedalaman spiritual dan keluasan ilmu, tetapi juga berkarakter, produktif, kreatif, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi di berbagai bidang.
Santri juga didorong bergerak dari ruang-ruang pengabdian menuju ruang strategis pembangunan. Bekal nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin diharapkan memperkuat peran santri dalam merawat persatuan dan keberagaman sekaligus membangun kemandirian bangsa.
Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Bahorok H. Muhammad Kurnia Amir, S.Sos.I, S. Pd.I. MM dalam rangka memperingati hari Santi Nasional tahun 2026 berkunjung ke Pondok pesantren putra Darussalam Desa Timbang Jaya Kecamatan Bahorok, Kamis, (22/10/2026) bersilaturahmi, memberi motivasi dan berdialog langsung dengan para santri dan pengasuh pondok pesantren serta menyampaikan amanah yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 tentang panduan pelaksanaan hari santri tahun 2026.
Kurnia juga mengatakan agar para santri belajar dengan tekun dan rajin untuk dapat menguasai ilmu agama yang di ajarkan para Kiai, kedepankan akhlak mulia karena adab dulu baru ilmu. Tantangan masa depan sangat kompetitif untuk mewujudkan santri yang mampu berkiprah untuk bangsa dan negara serta agama diera digitalisasi informasi menuju Indonesia Emas 2045 yang akan datang katanya.
Sementara itu pengasuh pondok pesantren Darussalam ustadz Abdullah Alhafidz didampingi ustadz Sulaiman mengatakan bahwa anak santri mengikuti kurikulum Tahfidz Al-Qur’an dan program khuruj keluar berdakwah rutin setiap hari libur turun kemasyarakatan melalui masjid-masjid.
Acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah Al-Qur’an dan Sorban kepada santri yang telah hafal Al-Quran 30 juz dan makanan ringan untuk santri serta diakhiri foto bersama. Hadir dalam kunjungan silaturahmi tokoh agama ustadz Azhar, penghulu pertama Kamarul Hidayat,SH, penyuluh agama Islam Bahlian, S.Th.I dan staf kantor urusan agama kecamatan Bahorok Irfan Ardiansyah, S.Pd.I.
Reporter : Lintong.S
Editor : Rid.STP
