![]()
BERAU] — Aktivitas peliputan awak media di sebuah usaha pengolahan kayu atau somel yang berada di belakang Hotel Pulau Sambit, Kabupaten Berau, diduga mendapat intimidasi. Rabu 7/10/2026
Peristiwa tersebut terjadi saat awak media melakukan pengambilan gambar di sekitar lokasi usaha yang disebut-sebut warga diduga belum jelas legalitasnya. Dalam kegiatan peliputan itu, telepon seluler (HP) milik awak media diduga sempat dirampas oleh seorang pria yang disebut-sebut sebagai pihak yang diduga berada di sekitar atau mewakili kepentingan pemilik usaha somel.
Tindakan tersebut dinilai mengganggu aktivitas jurnalistik, terlebih pengambilan gambar dilakukan dalam rangka memperoleh informasi dan dokumentasi untuk kepentingan pemberitaan.
Menurut informasi yang dihimpun, awak media saat itu tengah melakukan pemantauan terhadap aktivitas usaha tersebut. Namun, situasi berubah ketika proses pengambilan gambar diketahui oleh pihak di lokasi.
HP awak media yang digunakan untuk dokumentasi disebut sempat diambil secara paksa. Peristiwa tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai alasan pihak tertentu melakukan tindakan tersebut serta apakah terdapat upaya untuk menghalangi proses peliputan.
Selain persoalan dugaan intimidasi, keberadaan usaha somel tersebut juga menjadi perhatian terkait legalitas dan perizinannya. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan resmi dari instansi berwenang mengenai status perizinan maupun dokumen legalitas usaha dimaksud.
Minta Klarifikasi dan Pengawasan
Awak media berharap pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan instansi yang memiliki kewenangan terhadap usaha pengolahan kayu, dapat melakukan pengecekan secara objektif terhadap legalitas serta aktivitas usaha tersebut.
Begitu pula mengenai dugaan intimidasi terhadap awak media, pihak berwenang diharapkan dapat memberikan penjelasan dan memastikan bahwa kegiatan jurnalistik dapat berlangsung tanpa tekanan maupun tindakan yang menghambat proses peliputan.
Hingga berita ini disusun, pihak yang disebut sebagai pemilik usaha maupun pihak yang diduga mengambil HP awak media belum memberikan klarifikasi. Berita ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.(Team)
