![]()
MERANTI, PATROLI24JAM – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar, menerima kunjungan rombongan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, di Rumah Dinas Bupati, Kamis (3/9/2026).
Turut mendampingi, Kadis Disperindag *Marwan, SE , Plt Kadis Koperasi Eko Priyono, M.Si , Plt Kadis Kominfo Sukri, SE dan Kabag Prokopim.
Pertemuan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus membahas peluang kolaborasi antara UIN Suska Riau dan Pemkab Meranti, khususnya dalam bidang akademik, kajian potensi daerah, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Kolaborasi Kembangkan Sagu.
Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia berharap pertemuan ini menjadi awal kerja sama yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Terima kasih dan selamat datang. Mudah-mudahan nanti bisa berkolaborasi antara UIN dengan Pemkab Kepulauan Meranti,” ujar Asmar.
Menurutnya, salah satu potensi yang dapat dikembangkan bersama adalah sektor sagu. Meranti dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sagu terbesar di Riau.
“Tradisi di sini, makanan tradisinya sagu. Meranti ini salah satu daerah penghasil sagu terbesar,” katanya. Bupati bahkan mengajak rombongan mencicipi makanan berbahan dasar sagu.
Tawarkan Kajian dan Beasiswa.
Perwakilan UIN Suska Riau, Rasmon , menyebut kunjungan ini untuk membuka ruang kolaborasi. UIN Suska memiliki tim survei dan kajian yang dapat mendukung Pemkab dalam memperoleh data dan rekomendasi kebijakan.
“Niatan kami hari ini yang pertama bersilaturahmi ke Pak Bupati, temu sapa, kemudian mungkin ada hal-hal lain yang bisa kita kolaborasikan, terutama terkait bidang akademik dan kajian-kajian,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, termasuk kemungkinan pemberian beasiswa bagi aparatur atau putra-putri daerah Meranti untuk melanjutkan pendidikan di program studi relevan.
10 Potensi Unggulan Jadi Referensi Kebijakan.
Direktur CSAD UIN Suska Riau, Dr. Ade Ria Nirmala, SE., MM. , menjelaskan pihaknya tengah mengkaji sejumlah potensi unggulan Meranti. Hasilnya akan dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dijadwalkan Jumat (4/9/2026).
“Harapan kami, 10 unggulan dan potensi ini bisa menjadi salah satu referensi bagi Pemkab Meranti untuk membuat sebuah kebijakan,” jelas Ade.
Menurutnya, penetapan sektor unggulan penting agar pengembangannya tidak hanya jadi tugas satu OPD. Semua OPD harus berkolaborasi sesuai tugasnya.
“Jangan sampai UMKM ini hanya menjadi pekerjaan dinas UMKM saja. Tujuannya adalah bagaimana kebijakan terhadap sektor unggulan itu bisa menjadi kolaborasi semua OPD,” katanya.
FGD tersebut diharapkan menghasilkan masukan konkret bagi Pemkab Meranti dalam mengembangkan UMKM, ekonomi lokal, pendidikan, dan komoditas unggulan.
Pada FGD Jumat nanti, Pemkab dijadwalkan diwakili Sekretaris Daerah. Bupati Asmar tidak dapat hadir karena agenda lain.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan kajian berbasis data untuk mendorong kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan…(ZAMRI)
