Oplus_131072
![]()
MERBAU,PATROLI24JAM – Kondisi Pelabuhan Umum Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini rusak parah dan dikhawatirkan dapat menelan korban. Melihat kondisi tersebut, UPTD Pelabuhan Kecamatan Merbau Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di sore dan malam hari.
Pelabuhan Umum Teluk Belitung merupakan urat nadi masyarakat yang hendak bepergian naik-turun penumpang speedboat menuju Ibu Kota Selatpanjang.
Saat ini pelabuhan tersebut dinilai tidak layak pakai. Sejumlah tiang penyangga dan atap dermaga hampir rubuh. Kondisi semakin memburuk setelah dilanda angin kencang pada Ahad (13/9/2026) kemarin.
Pantauan di lapangan Senin (14/9/2026), belum ada upaya perbaikan dari pemerintah terkait. Pihak UPTD hanya sebatas mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di luar jam keberangkatan penumpang speedboat pagi dan sore, serta di malam hari.
Terlihat tiang penyangga atap pelabuhan sudah miring dan sebagian terlepas dari dudukannya. Atap dermaga juga banyak yang lapuk, berserakan, berlubang, dan roboh terbawa angin kencang.
“Warga khawatir setiap mau berangkat atau menjemput barang di pelabuhan, takut ambruk saat ada aktivitas masyarakat di sana, apalagi ketika angin bertiup kencang seperti kemarin sore. Apabila terlambat diperhatikan dampaknya semakin buruk, bisa-bisa menelan korban,” ujar salah seorang warga yang minta namanya dirahasiakan.
Kepala UPTD Pelabuhan Kecamatan Merbau Edi Saputra, SE, saat dikonfirmasi Senin (14/9/2026) mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Camat dan Dinas terkait di Kabupaten.
“Semuanya perlu dana. Untuk tahun 2026 katanya sama sekali tidak bisa, terpaksa menunggu,” jawabnya.
Ia mengakui tahun ini anggaran defisit sehingga perbaikan terpaksa ditunda hingga 2027 mendatang.
“Upaya kita cuma sebatas melaporkan kondisi pelabuhan ini sudah sangat dikhawatirkan,” tutur Edi Saputra.
Menurutnya, solusi saat ini adalah melakukan pencegahan. Anak-anak sekolah dilarang bermain di pelabuhan. Warga juga diimbau tidak beraktivitas di luar jam keberangkatan speedboat pagi dan sore, termasuk di malam hari.
“Himbauan itu juga kita sampaikan kepada setiap sekolah dan Kepala Desa, agar membantu mengingatkan siswa-siswi dan warga agar tidak main di Pelabuhan Umum Teluk Belitung saat ini,” tegas Edi Saputra.
“Sebelumnya kami sudah melaporkan kerusakan tersebut pada atasan kami. Namun mengingat anggaran tahun 2026 defisit, apa boleh buat kami tidak bisa berbuat banyak. Semua butuh dana,” pungkasnya…(TIM REDAKSI)
