![]()
Patroli24jam.com Langkat (Sumut). Kepala KUA Kecamatan Salapian H. Muhammad Kurnia Amir. S.Sos.I, S.Pd.I, MM, ditengah kesibukannya melayani pencatatan pernikahan dan pelayanan agama dan keagamaan masih tetap menyempatkan waktu serta ikut aktif membina generasi muda dan berpartisipasi dalam organisasi pemuda dan kemasyarakatan agama dan keagamaan. Salah satu diantara mendapat amanah sebagai direktur wilayah lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPRMI Provinsi Sumatera Utara sekaligus Koordinator Korp Tim Mudarrib/Instruktur Nasional BKPRMI Wilayah. Hal ini tentunya sinergi dan sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai Kepala KUA Kecamatan terutama dalam revitalisasi KUA untuk membina generasi berkualitas dan pembinaan organisasi Keagamaan.
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumatera Utara menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) dan Latihan Mujahid Dakwah (LMD) I. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai hari Jum’at sampai Ahad yang lalu di Gedung BKD Kota Binjai.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kaderisasi BKPRMI untuk mempersiapkan generasi muda Islam yang memiliki jiwa kepemimpinan, wawasan keislaman, kemampuan berorganisasi, serta semangat berdakwah dan mengabdi kepada masyarakat.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPW BKPRMI Sumatera Utara, H. Syafrizal Harahap, S.HI. didampingi direktur Nasional LPPSDM BKPRMI Pusat Nanang Jahidin, M.Sos dan Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Binjai, H. Muhammad Naviri Syafril, S.Pd.I., M.Pd.I.
Acara pembukaan turut dihadiri Anggota DPR RI H. Musa Rajekshah, S.Sos., M.Hum yang sekaligus menjadi narasumber utama. Hadir pula perwakilan Pemerintah Kota Binjai, PLT Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti ,SH, ketua DPRD Langkat Sribana, PA berserta OPD Pemerintah Kabupaten Langkat, unsur TNI-Polri, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam, organisasi kepemudaan, serta jajaran pengurus BKPRMI dari berbagai daerah serta Korp Mudarrib dan Tim instruktur yang tersertifikasi yang berasal dari penyuluh agama Islam Susilawadi, S.Sos.I, S.Pd.I, Adi Siswanto, S.IP, SH, Surya Adinata, PA, S.Pd.SH dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, H. Syafrizal Harahap menegaskan bahwa kaderisasi merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat. Menurutnya, BKPRMI harus terus melahirkan kader yang mampu menjadi pelopor dakwah, menjaga persatuan umat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, memperkuat karakter, dan meningkatkan kemampuan memimpin. Dengan bekal tersebut, para kader diharapkan mampu menghadapi tantangan dakwah di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Kepala Kantor urusan agama Kecamatan Salapian yang juga direktur wilayah Lembaga pembinaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia BKPRMI mengatakan bahwa pelaksanaan TOT dan LMD merupakan investasi jangka panjang bagi organisasi. Melalui kegiatan ini, BKPRMI ingin membentuk kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, dan komitmen dalam memperjuangkan syiar Islam sebagai pemimpin bangsa, negara dan agama hari ini dan dimasa yang akan datang khususnya dalam mempersiapkan generasi emas tahun 2045.
Selaku Mudarrib atau instruktur yang mengelola kegiatan selama pelatihan tersebut berlangsung, Kurnia yang juga wakil sekretaris APRI Provinsi Sumatera Utara berharap agar seluruh peserta mengikuti setiap sesi pelatihan dengan sungguh-sungguh, mengikuti dan mematuhi peraturan serta menuntaskan 5 Indikator Penilaian Kelulusan. Menurutnya, seorang pemimpin sebagai Mujahid Dakwah harus mampu menguasai ilmu, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Lebih lanjut peraih penghargaan sebagai Kader Ushwatun Hasanah BKPRMI Tingkat Nasional tahun 2025 ini, Kurnia juga menjelaskan bahwa selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari kepemimpinan, sejarah dan visi BKPRMI, manajemen organisasi, fiqh dakwah, penguatan ideologi organisasi, Problem solving, Public Speaking, grand desain sistem kaderisasi BKPRMI Psikologi dan metodologi pembelajaran, dasar-dasar keinstrukturan, micro teaching hingga praktik lapangan yang bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menjalankan tugas organisasi.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh semangat. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias melalui diskusi, penyampaian materi, simulasi, serta berbagai kegiatan yang dirancang untuk membentuk kader yang tangguh dan siap mengemban amanah organisasi.
Melalui penyelenggaraan TOT dan LMD I ini, DPW BKPRMI Sumatera Utara berharap lahir kader-kader Mujahid Dakwah yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjadi penggerak dakwah di tengah masyarakat. Kehadiran kader-kader tersebut diharapkan semakin memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang religius, berkarakter, dan berdaya saing ungkap Kepala KUA Salapian ini menutup penjelasannya.
Reporter : Erna
Editor : Rid.STP
