![]()
PATROLI24JAM.COM, LOMBOK TIMUR – Menjelang pelaksanaan Muscab DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lombok Timur. Anggota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi PPP, H.Ruhaiman. SE.MM, mengatakan, bahwa dirinya siap maju mengikuti kontestasi merebut kursi Ketua DPC PPP Lotim.
Kepada wartawan selasa (28/4/2026) ia menyampaikan harapan nya semata mata untuk mengembangkan marwah partai PPP,
“Saya adalah kader Partai Persatuan Pembangunan, dan sudah sepantasnya untuk mengembangkan partai berlambang Ka’bah ini,” ujar anggota dewan senior tersebut.
Ditanya terkait adanya isu dirinya yang dikaitkan tentang permasalahan hukum, dirinya dengan tegas mengatakan bahwa statusnya dalam persidangan tersebut adalah sebagai saksi dalam kasus tersebut, bukan tersangka atau terdakwa.
Dirinya berharap, agar publik tidak mengaitkan dirinya yang sedang mencalonkan diri dengan kasus yang menimpa sejumlah anggota dewan provinsi NTB tersebut.
Lebih lanjut, kata mantan wakil Ketua DPRD Lombok Timur tersebut, bahwa setiap warga negara yang baik harus menghormati hukum yang berlaku. Tentunya, menyikapi setiap persoalan dengan bijak.
Pada kesempatan tersebut, tokoh Maraqitta’limat itu memberikan klarifikasi terkait adanya isu pimpinan Maraqitta’limat, DR. TGH. Hazmi Hamzar,SH.MH, yang diberitakan sejumlah media massa akan bergabung di Paratai Solidaritas Indonesia (PSI).
Disampaikannya, didalam demokrasi kita harus menghormati hak pilih setiap individu, karena semuanya telah diatur dalam undang undang.
“Misalnya saja, Bapak Tuan Guru Hazmi selaku pentolan Yayasan Maraqitta’limat pindah ke partai lain, lalu Partai Persatuan Pembangunan akan mati. Tentunya, tidak sesederhana itu,” pungkasnya.
Terlebih lagi, Partai berlambang Ka’bah diyakini nya memiliki kader dan simpatisan militan bukan hanya lintas daerah tetapi juga lintas organisasi.
Lebih jauh disampaikan, bahwa basis massa PPP bukan hanya Maraqitta’limat tetapi telah menyebar disejumlah organisaai besar, baik lokal maupun nasional.
Maka dari itu, kata H. Ruhaiman dirinya ikut berpartisipasi mencalonkan diri, bukan semata mata karena kursi jabatan, melainkan bentuk tanggungjawab moral ingin membesarkan Partai.
“Jika diizinkan Allah SWT, menjadi ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan, salah satu misi utama adalah, agar semua dapil terisi oleh kader kader terbaik Partai. Sehingga, syiar dan kaderisasi akan terus berjalan,” tuturnya.
