![]()

KUTAI TIMUR — Proyek pembangunan gedung sekolah di SMP Negeri 4 Sandaran, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur, menjadi sorotan lantaran pengerjaannya diduga asal-jadi dan kini dalam kondisi mangkrak.
Berdasarkan hasil pantauan langsung awak media di lokasi kerangka bangunan beton tersebut tampak dibiarkan begitu saja tanpa kelanjutan pengerjaan. Area di sekitar dan dalam struktur bangunan mulai ditumbuhi semak belukar dan rumput liar. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan warga sekolah karena berpotensi menjadi sarang binatang berbisa seperti ular.
Salah seorang warga lokal yang terlibat dalam pengerjaan proyek tersebut mengungkapkan bahwa fisik bangunan itu sebenarnya baru dikerjakan belum sampai satu tahun. Namun, sejak awal pengerjaan, tidak pernah terpasang papan informasi proyek di lokasi.
“Bangunan ini belum ada setahun dibangun. Sejak awal saya mulai bekerja, memang tidak ada papan proyek/anggaran yang dipasang,” ungkap pekerja tersebut kepada awak media, Sabtu (26/09/2026).
Menanggapi perihal tersebut, Kepala SMPN 4 Sandaran, Hamit, menjelaskan bahwa proyek pembangunan gedung tersebut sepenuhnya dikelola oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur.
Hamit juga membenarkan bahwa selama proses pembangunan berlangsung, tidak ada transparansi informasi proyek di area sekolah.
“Proyek ini dikelola langsung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur. Memang selama pelaksanaan pembangunan tidak ada transparansi (papan proyek) yang dipasang,” jelas Hamit saat dikonfirmasi awak media.
Mangkraknya proyek gedung sekolah ini memicu desakan dari masyarakat agar pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi pengawas terkait segera melakukan audit serta mengusut tuntas keterbukaan informasi dan realisasi fisik anggaran proyek tersebut. (Tim)
