![]()
Patroli24jam.com Langkat (Sumut). Sungguh malang nasib Arwan Cik, sekitar 56 tahun, warga Tangkahan Lagan, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Pria yang dikenal memiliki keterampilan sebagai tukang las berpengalaman itu dikabarkan meregang nyawa saat bekerja,
Adapun kejadian musibah yang menimpanya,Korban pada hari naas tersebut bekerja seperti biasanya, namun takdir berkata lain,,,saat sedang melakukan aktivitas, sebatang pipa besi berukuran besar,berikut matrial tanah langsung menimpa tubuh korban, kejadian musibah yang merenggut nyawa korban terjadi pada Jumat (9/10/2026), persisnya disisi jalan Tol, Kualanamu- T. Tinggi, Sei Merah, Tanjung Merawa, Deli Serdang.
Informasi yang diterima awak media dari salah seorang kerabat korban menyebutkan, almarhum bekerja pada salah satu perusahaan yaitu PT Pandawa yang memperoleh pekerjaan pemasangan pipa Gas dari Belawan menuju Dumai.
Peristiwa naas tersebut terjadi ketika sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan penyambungan pipa.
Diduga, pipa yang akan disambung berikut matrial tanah yang longsor menimpa beberapa pekerja lain yang berada di dalam galian parit.
Sejumlah rekan kerja korban disebut berhasil menyelamatkan diri, sementara Arwan Cik tidak berhasil menghindar dari insiden tersebut.
Selain tertimpa pipa berukuran besar, korban juga diduga tertimbun material tanah yang runtuh di lokasi pekerjaan.
Proses evakuasi korban dilaporkan menggunakan alat berat jenis ekskavator.
Saat korban diangkat dari dalam parit, menurut informasi yang diperoleh, terlihat darah segar keluar dari bagian telinga kirinya, setelah mendapat pertolongan dari tim medis, nyawa korbanpun tidak dapat diselamatkan, korban dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Sosok yang selama ini mengandalkan keterampilannya sebagai tukang las untuk mencari nafkah tersebut harus kehilangan nyawa ketika menjalankan pekerjaannya.
Dugaan Pengamanan Galian Perlu Diselidiki
Di balik tragedi tersebut, muncul pertanyaan serius mengenai penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi pemasangan pipa.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, pekerjaan pada hari kejadian diduga dilakukan tanpa menggunakan sistem penahan atau pengamanan dinding tanah yang memadai.
Dugaan inilah yang perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui apakah runtuhnya tanah turut menyebabkan korban tertimpa pipa dan tertimbun material galian.
Namun, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi melalui pemeriksaan lokasi kejadian, keterangan para saksi, serta penjelasan dari pihak perusahaan pelaksana pekerjaan.
Pekerjaan pemasangan pipa berukuran besar, terlebih di dalam galian atau parit, memiliki risiko keselamatan yang tidak boleh dianggap sepele. Pengamanan dinding galian, metode pengangkatan dan penempatan pipa, serta penerapan prosedur K3 merupakan aspek penting yang perlu diperiksa sesuai kondisi dan metode pekerjaan di lapangan.
Siapa yang Bertanggung Jawab atas Keselamatan Pekerja?
Tragedi yang merenggut nyawa Arwan Cik semestinya menjadi perhatian serius bagi pihak perusahaan, pengawas pekerjaan, serta instansi berwenang.
Pihak terkait perlu memastikan apakah prosedur keselamatan telah diterapkan, apakah kondisi galian sudah dinyatakan aman sebelum pekerjaan dilakukan, dan apakah pekerja telah memperoleh perlindungan yang sesuai dengan risiko pekerjaan.
Aparat penegak hukum dan instansi ketenagakerjaan diharapkan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh apabila ditemukan indikasi kelalaian atau pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan kerja.
Pihak perusahaan pelaksana proyek juga perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai kronologi kejadian, kondisi pengamanan di lokasi, serta langkah yang dilakukan setelah insiden tersebut.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai identitas lengkap perusahaan, yg kronologi resmi kejadian, dan keterangan pihak berwenang masih perlu dikonfirmasi. ( Tanjung.S ).
Editor : Rid.STP
