![]()
Patroli24jam. MERANTI – Langkah mantan Anggota DPRD Bengkalis, Ramli Ishak, melaporkan dugaan penyimpangan proyek Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir ke KPK patut diacungi jempol. Terang-terangan, tanpa tedeng aling-aling. Di tengah budaya “tutup mata” dan “main aman”, keberanian seperti ini langka.
Beberapa kalangan masyarakat Kepulauan Meranti, Riau, tak sungkan memberi pujian. “Hal seperti inilah yang kita banggakan. Ada sosok tokoh yang benar-benar peduli pada kepentingan petani sawah,” ujar seorang warga. Ini sejalan dengan anjuran Presiden RI: menciptakan ketahanan pangan. Bukan di atas kertas, tapi di sawah, lewat irigasi yang benar.
1. Proyek untuk Petani, Jangan Jadi Bancakan .
JIAT ini dibiayai APBN 2025 lewat Kementerian PUPR. Tujuannya mulia: bantu petani padi. Tapi di lapangan, kata Ramli, proyeknya “siluman”. Tak ada plang, tak jelas anggaran, tak transparan. Ini bukan sekadar pelanggaran administrasi UU KIP. Ini pengkhianatan terhadap petani yang menunggu air.
Jika benar ada penyimpangan, maka yang dirampok bukan cuma uang negara. Yang dirampok adalah harapan petani, produksi beras, dan program ketahanan pangan nasional.
2. Dinas Terkait Bungkam, Ada Apa?.
Yang bikin miris, Dinas Pertanian dan Dinas PUPR Meranti mengaku tak tahu ada proyek miliaran di daerahnya. Proyek APBN masuk ke kampung, tapi dinas di kampung tak tahu? Dua kemungkinan: tidak kompeten, atau pura-pura buta.
Warga curiga ada “orang-orang berkepentingan pribadi” oleh oknum di dinas terkait. Lebih jauh lagi, beredar dugaan ada “beking oknum baju seragam”. Jika ini benar, maka mafia proyek sudah masuk terlalu dalam.
3. KPK Jangan Setengah Hati.
KPK sudah merespon laporan Ramli Ishak sejak 17 Maret 2026. Publik Meranti menunggu: jangan cuma surat terima kasih. Usut tuntas. Bongkar siapa aktornya. Apakah kontraktor nakal, pejabat BWS yang main mata, atau oknum dinas yang jadi makelar?
Berani menyalahgunakan keuangan negara di proyek pangan sama dengan melawan perintah Presiden. Ini kejahatan serius. Hukum harus jadi panglima, bukan kompromi.
4. Kontrol Sosial Itu Nyawa Demokrasi.
Perjuangan Ramli Ishak dan kawan-kawan adalah bukti kontrol sosial masih hidup. Di saat wakil rakyat yang masih aktif banyak diam, justru mantan anggota dewan yang bersuara. Ini tamparan. Bahwa menegakkan kebenaran dan keadilan tak butuh jabatan, cukup nyali.
Semoga KPK tak mengecewakan. Semoga petani Rangsang tak lagi cuma jadi objek proyek, tapi subjek yang benar-benar sejahtera. Sebab jika proyek irigasi saja dikorupsi, lalu apa yang tersisa untuk rakyat kecil?
Di Meranti, air bukan cuma untuk sawah. Air adalah ujian: apakah negara hadir, atau justru ikut mengering.
* Zamri *
