![]()
Kampar – patroli24jam.com –Aksi demonstrasi yang digelar di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kampar, pada Rabu (28/1/2026), menuai sorotan tajam. Aksi tersebut dinilai tidak berdasar dan sarat kepentingan pribadi, serta tidak mencerminkan aspirasi masyarakat secara luas.
Berdasarkan pantauan media di lokasi, demonstrasi tersebut hanya diikuti oleh sekitar 20 orang, jumlah yang dinilai jauh dari representatif untuk mengatasnamakan kepentingan publik Kabupaten Kampar secara keseluruhan.
Sejumlah pihak menilai aksi itu diduga kuat berkaitan dengan kepentingan segelintir oknum pengelola parkir yang berupaya memperluas penguasaan lahan parkir di wilayah Kabupaten Kampar. Dugaan tersebut semakin menguat karena tuntutan aksi dinilai lebih mengarah pada kepentingan bisnis tertentu, bukan pada perbaikan pelayanan publik atau kepentingan masyarakat umum.
Ironisnya, keinginan untuk memperluas wilayah pengelolaan parkir tersebut tidak sebanding dengan kontribusi yang diberikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, setoran rekanan parkir ke Dishub Kampar disebut hanya berkisar Rp7 juta per bulan.
Angka tersebut dinilai sangat minim jika dibandingkan dengan potensi pendapatan parkir yang ada di Kabupaten Kampar, bahkan dinilai berpotensi merugikan PAD apabila pengelolaan parkir tidak dilakukan secara transparan dan profesional.
Pengamat kebijakan publik menilai, pengelolaan parkir seharusnya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah dan pelayanan masyarakat, bukan dijadikan alat tekanan melalui aksi demonstrasi yang ditengarai bermuatan kepentingan kelompok tertentu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dishub Kabupaten Kampar belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan demonstrasi tersebut maupun klarifikasi mengenai besaran kontribusi rekanan parkir terhadap PAD.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersikap tegas dan transparan dalam menata sektor perparkiran, serta memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan daerah dan masyarakat luas, bukan kepentingan segelintir pihak.
✍️✍️ Sapi’i
