![]()
BOGOR – Persoalan ketenagakerjaan di PT Surya Lestari Abadi, produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Gunung, kembali memanas. Perusahaan yang berlokasi di Desa Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang ini kembali menjadi sorotan publik akibat keluhan para pekerja yang tak kunjung menemui titik terang.
Namun, fokus kritik kini bergeser. Publik tidak hanya menyoroti manajemen perusahaan, tetapi juga melayangkan kritik tajam terhadap Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang dinilai pasif dalam menangani keresahan buruh.
Lembaga Negara Dinilai “Tumpul”
Ketua LSM Penjara, Romi Sikumbang, menyatakan keprihatinannya atas sikap diamnya lembaga resmi yang seharusnya menjadi pelindung hak-hak pekerja. Ia menilai ada kesan pembiaran terhadap persoalan yang menimpa para buruh di PT Surya Lestari Abadi.
“Ketika lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak buruh tampak tak berdaya atau bahkan enggan bergerak, maka rasa keadilan di tengah masyarakat pun seolah kian memudar,” ujar Romi dalam keterangannya kepada media.
Menurut Romi, Disnaker sebagai eksekutor regulasi ketenagakerjaan dan DPRD sebagai wakil rakyat seharusnya sudah mengambil langkah nyata, seperti melakukan inspeksi mendadak (sidak) atau memanggil pihak manajemen perusahaan untuk dimintai klarifikasi.
Keresahan yang Terus Berulang
Persoalan buruh di pabrik AMDK merek Gunung ini bukanlah hal baru. Berbagai isu mulai dari kesejahteraan hingga kepastian status kerja kerap muncul ke permukaan. Mandeknya respons dari pihak berwenang memicu spekulasi di masyarakat mengenai komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan aturan ketenagakerjaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Disnaker maupun perwakilan DPRD setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah konkret yang akan diambil untuk menengahi konflik antara pekerja dan manajemen PT Surya Lestari Abadi.
Masyarakat dan para pekerja kini menunggu, apakah para pemangku kebijakan akan tetap bungkam atau segera bangkit membela hak-hak rakyat kecil yang sedang terhimpit, “Ujar seorang pekerja”.
( Adit )
