![]()
JAKARTA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menorehkan catatan positif dalam menjaga keamanan nasional. Sepanjang tahun 2025, tim berlambang burung walet ini berhasil mengamankan sedikitnya 51 tersangka tindak pidana terorisme di berbagai wilayah Indonesia.
Capaian ini menjadi pilar utama Polri dalam mempertahankan status “Zero Attack” atau nihil aksi terorisme di tanah air selama satu tahun penuh.
Rilis Akhir Tahun di Rupatama
Data tersebut dipaparkan langsung dalam konferensi pers Rilis Akhir Tahun Polri yang digelar di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa (30/12/2025).
Dalam pemaparannya, pihak Polri menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan hasil dari kerja intelijen yang presisi dan pergerakan cepat di lapangan sebelum ancaman menjadi nyata.
Prioritas utama kami adalah pencegahan (pre-emptive strike). Kami tidak menunggu ledakan terjadi. Sepanjang 2025, 51 orang yang terafiliasi dengan berbagai jaringan teror telah diamankan demi menjamin rasa aman masyarakat,” ujar juru bicara Polri di hadapan awak media.
Strategi Ganda Soft Approach & Hard Approach
Keberhasilan mempertahankan Zero Attack di tahun 2025 tidak lepas dari kombinasi dua strategi utama yang dijalankan oleh Densus 88 AT, Hard Approach (Penegakan Hukum Tegas) Densus 88 melakukan serangkaian operasi senyap untuk memutus rantai logistik dan pendanaan kelompok teror. Penangkapan 51 tersangka ini merupakan bagian dari upaya sterilisasi sel-sel aktif yang berpotensi melakukan aksi radikal.
Di sisi lain, Polri masif melakukan program deradikalisasi. Melalui dialog, pendampingan ekonomi bagi mantan narapidana terorisme (napiter), serta edukasi ke sekolah-sekolah dan komunitas, Densus 88 berupaya memutus akar ideologi radikal dari hulu.
Meski berhasil mencatatkan nihil serangan sepanjang 2025, Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah terhadap penyebaran narasi intoleransi di media sosial.
“Kemenangan melawan terorisme adalah hasil sinergi antara ketegasan aparat dan daya tangkal masyarakat. Kami berkomitmen menjaga tren positif ini memasuki tahun 2026,” pungkasnya.
( Adit )
