![]()
BERAU – Dugaan aktivitas penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mencuat di salah satu kios yang dikenal dengan nama Kios Hapis, di wilayah Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, Rabu 16/09/2026 terlihat adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyimpanan BBM jenis solar di sebuah gudang yang berada di samping kios tersebut.

Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, BBM solar tersebut diduga berasal dari aktivitas para pengantri di sejumlah lokasi penyaluran BBM. Namun, asal-usul, jumlah, peruntukan, serta legalitas BBM yang diduga disimpan tersebut hingga kini belum dapat dipastikan.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai tujuan penyimpanan BBM, termasuk apakah solar yang berada di lokasi merupakan BBM subsidi atau non-subsidi dan apakah seluruh kegiatan penyimpanan maupun distribusinya telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Minta Aparat Lakukan Pemeriksaan
Atas dugaan tersebut, awak media meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi serta legalitas aktivitas penyimpanan BBM tersebut.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui asal-usul BBM, dokumen pembelian, volume yang disimpan, peruntukan, serta apakah terdapat aktivitas penyaluran kembali kepada pihak lain.
BPH Migas sendiri selama 2026 terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi, termasuk terhadap potensi penyimpangan distribusi dan penggunaan BBM subsidi yang tidak sesuai peruntukan.
Jika hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran, masyarakat berharap aparat mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menunggu Klarifikasi Pemilik Kios
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang bertanggung jawab atas Kios Hapis belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan penyimpanan BBM solar tersebut.
Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pemilik atau pengelola kios serta pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai asal-usul dan legalitas BBM yang berada di lokasi.
Dengan adanya informasi tersebut, masyarakat berharap aparat tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap lokasi, tetapi juga menelusuri sumber BBM dan jalur distribusinya apabila ditemukan adanya indikasi pelanggaran.
(Tim/Red)
