![]()
Patroli24jam – SELATPANJANG – Warisan nenek moyang Suku Akit di Pulau Rangsang mulai dibedah secara ilmiah. Sekda Kepulauan Meranti Sudandri hadir langsung dalam pemaparan hasil penelitian “Eksplorasi Tradisi Lisan Suku Akit di Pulau Rangsang”, Jumat 19/6/2026 di Ruang Rapat Dinas PUPR.
Penelitian dipimpin Dr. Fatmahwati A.,M.Pd bersama tim. Tujuannya jelas: dokumentasi, kajian, dan identifikasi nilai budaya yang hidup dalam tutur kata Suku Akit.
1. Kenapa Suku Akit Penting Buat Meranti?
Suku Akit adalah komunitas adat pesisir asli Kepulauan Meranti. Hidup dari laut, hutan mangrove, dan sagu. Tradisi lisannya bukan sekadar cerita. Di dalamnya ada kearifan: cara jaga alam, etika melaut, sistem sosial, sampai doa-doa adat sebelum turun ke laut.
Sayangnya tradisi lisan rawan punah. Kalau nggak dicatat sekarang, hilang ditelan zaman + gempuran budaya luar. Makanya penelitian ini langkah strategis.
2. Isi Penelitian: Dari Pantun Sampai Doa Adat.
Dr. Fatmahwati eksplorasi berbagai bentuk tradisi lisan: pantun berbalas, dongeng rakyat, teka-teki, seloka, hingga mantra/doa adat Suku Akit. Semua dikaji nilainya: apa pesan moral, filosofi, dan kearifan lokal yang terkandung.
Hasilnya bakal jadi arsip resmi Pemkab. Bisa dipakai jadi bahan ajar muatan lokal SD-SMP, referensi akademisi, sampai konten promosi wisata budaya.
3. Pesan Sekda Sudandri: Jangan Biarkan Punah.
Kehadiran Sekda Sudandri bukan seremonial. Itu sinyal Pemkab serius. “Kekayaan budaya lokal harus terus terjaga, terdokumentasi baik, dan jadi sumber pengetahuan + kebanggaan generasi masa kini dan mendatang,” pesan yang dibawa Sekda.
Artinya Pemkab dorong 2 hal: selamatkan dulu lewat dokumentasi, lalu gaungkan ke anak muda biar bangga jadi orang Meranti.
Langkah Lanjutan yang Ditunggu.
Setelah paparan ini, publik nunggu tindak lanjut: apakah hasil penelitian dibukukan? Dijadikan modul sekolah? Atau dibuat festival budaya Suku Akit di Rangsang?
Kalau jalan, ini bisa jadi branding baru Meranti: selain “Negeri Seribu Sagu”, juga “Penjaga Budaya Suku Akit”….(zamri)
