oplus_0
![]()
Deli Serdang, 1 September 2026 — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Utara mengawal aspirasi ratusan warga Desa Petumbukan dengan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kebun PT Serdang Tengah, Desa Payakuda, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (1/9).
Dalam aksi tersebut, Koordinator Aksi KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, S.H., menyampaikan empat persoalan yang menjadi aspirasi warga. Keempatnya yakni dugaan angkutan perusahaan yang melebihi kapasitas muatan atau overload, dugaan ketidaksesuaian pemanfaatan air dan perizinannya, dugaan pelanggaran garis sempadan sungai, serta dampak bendungan terhadap aktivitas pertanian masyarakat.
Irham mengatakan, masyarakat mengeluhkan kendaraan perusahaan yang diduga melintas dengan tonase berlebih di kawasan Desa Petumbukan.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena kendaraan melintas di jalan kabupaten yang baru saja diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang setelah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun.
Ia juga menyinggung ketentuan mengenai Muatan Sumbu Terberat (MST) pada jalan kelas III yang disebut maksimal 8 ton. Berdasarkan keluhan masyarakat, kata Irham, masih terdapat kendaraan perusahaan yang diduga melintas dengan muatan melebihi batas tersebut.
Petani Keluhkan Ketersediaan Air
Setelah sekitar 30 menit melakukan orasi, perwakilan KAMMI Sumut bersama warga Desa Petumbukan kemudian melakukan mediasi dengan pihak PT Serdang Tengah.
Pertemuan tersebut diterima Humas PT Serdang Tengah, Asrul, bersama Manager Kebun PT Serdang Tengah, N. Situmorang.
Dalam mediasi, Ketua Kelompok Tani Kamboja Desa Petumbukan, Azhari Nasution, S.P., menyampaikan sejumlah keluhan petani, terutama terkait ketersediaan air untuk lahan persawahan.
Azhari mengatakan, petani kerap mengalami kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat.
Ia juga menyoroti dugaan adanya aktivitas penanaman kelapa sawit di sekitar sempadan aliran Sungai Marumbun. Azhari meminta persoalan tersebut diperiksa dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku mengenai sempadan sungai.
Selain itu, warga menyampaikan dugaan adanya pembendungan aliran sungai oleh pihak perusahaan. Kondisi tersebut dikhawatirkan memengaruhi ketersediaan air bagi lahan pertanian di wilayah hilir, termasuk Desa Petumbukan, Desa Petangguhan, dan Desa Tanjung Gusti, terutama saat musim kemarau.
Warga Minta Perusahaan Perbanyak Serapan Tenaga Kerja
Dalam mediasi tersebut, perwakilan pemuda Desa Petumbukan turut menyampaikan harapan agar PT Serdang Tengah meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat setempat.
Warga berharap keberadaan perusahaan tidak hanya menjalankan aktivitas usaha, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Asrul selaku Humas PT Serdang Tengah mengatakan pihak perusahaan akan menampung seluruh masukan yang disampaikan masyarakat.
Ia menyatakan perusahaan akan segera memberikan jawaban kepada masyarakat terkait sejumlah tuntutan dan persoalan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Mediasi tersebut turut dihadiri Kapolsek Galang, Camat Galang, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Deli Serdang, serta Kasat Intel Polresta Deli Serdang.
Aksi KAMMI Sumut bersama warga Desa Petumbukan tersebut berlangsung sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait persoalan transportasi, pemanfaatan sumber daya air, sempadan sungai, dampak bendungan terhadap pertanian, serta penyerapan tenaga kerja masyarakat sekitar.(Tim)
