![]()
Batu Bara, Patroli24jam.com
Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah warga Desa Kapal Merah, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara. Harapan yang selama ini mereka nantikan akhirnya terwujud setelah Mushollah Al Maghribi selesai direhabilitasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0208/Asahan.
Bangunan yang sebelumnya mengalami kerusakan pada sejumlah bagian kini tampil lebih kokoh, bersih, dan nyaman. Perubahan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana baru bagi tempat ibadah, tetapi juga membangkitkan semangat masyarakat untuk kembali memakmurkan mushollah sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kebersamaan warga.

Keberhasilan rehabilitasi Mushollah Al Maghribi merupakan buah dari kerja keras personel Satgas TMMD bersama masyarakat yang bergotong royong tanpa mengenal lelah. Sejak pagi hingga menjelang petang, prajurit TNI dan warga bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan dengan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas program TMMD.
Bagi masyarakat Desa Kapal Merah, mushollah bukan sekadar bangunan fisik. Tempat itu menjadi ruang pembinaan nilai-nilai keagamaan, pendidikan anak-anak mengaji, hingga wadah mempererat silaturahmi antarwarga. Karena itu, rampungnya rehabilitasi Mushollah Al Maghribi disambut penuh rasa syukur dan haru.

Warga mengaku kini dapat melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk. Kehadiran bangunan yang lebih layak juga diyakini akan meningkatkan aktivitas keagamaan masyarakat serta menjadi warisan yang bermanfaat bagi generasi mendatang.
Program rehabilitasi ini menjadi salah satu sasaran fisik TMMD Ke-129 yang menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial dan spiritual masyarakat. Melalui sentuhan pembangunan yang dilakukan secara gotong royong, nilai kemanunggalan TNI dan rakyat semakin terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari.

TMMD Ke-129 TA 2026 di Desa Kapal Merah pun kembali membuktikan bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang memberi manfaat langsung. Dari bangunan yang kembali kokoh hingga tumbuhnya semangat kebersamaan, program ini menjadi bukti bahwa pembangunan akan lebih bermakna ketika dilandasi kepedulian, pengabdian, dan semangat gotong royong demi kesejahteraan bersama.
(Boys-3)
