![]()
MERANTI, PATROLI24JAM – Kabupaten Kepulauan Meranti diusulkan menjadi tuan rumah peringatan Hari Santri tingkat Provinsi Riau tahun 2027. Usulan tersebut disampaikan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Kepulauan Meranti kepada Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar dalam silaturahmi bersama para ulama dan pengelola pondok pesantren, Sabtu (24/10/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman Bupati, Jalan Pramuka, Selatpanjang, itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti Antoni Sidharta, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., Danposal Selatpanjang Lettu Laut (P) Hadi Ismanto, Sekretaris Daerah H. Sudandri Jauzah, S.H., Asisten I Sekdakab Meranti T. Arifin, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sukri, S.E., Kepala Bagian Prokopim Afrinal Yusran, S.IP., M.M., serta para kiai dan pengelola pondok pesantren se-Kabupaten Kepulauan Meranti.
Ketua FKPP Kabupaten Kepulauan Meranti, Kiai M. Nurdin, S.Pd.I., menyampaikan bahwa saat ini terdapat 29 pondok pesantren di Kepulauan Meranti dengan sekitar 1.700 santri yang bermukim.
Menurut Nurdin, pondok pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.
Dalam pertemuan tersebut, FKPP juga mengusulkan agar santri dari pondok pesantren di Kepulauan Meranti diberi kesempatan mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada peringatan HUT ke-82 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2027.
Selain itu, FKPP Kabupaten Kepulauan Meranti menyampaikan amanah dari FKPP Provinsi Riau yang dipimpin Kiai Haji M. Mursyid terkait rencana pelaksanaan Hari Santri tingkat Provinsi Riau tahun 2027 di Kepulauan Meranti.
Rencana tersebut disebut akan melibatkan 444 perwakilan pondok pesantren dari berbagai daerah di Provinsi Riau. Jika terealisasi, kegiatan itu diharapkan menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpesantren sekaligus memperkenalkan potensi Kepulauan Meranti kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Menanggapi usulan tersebut, Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menyambut baik silaturahmi para ulama dan pengelola pondok pesantren. Ia menilai keberadaan pesantren merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi ini. Semoga hubungan baik yang telah terjalin semakin erat, baik saat ini maupun pada masa yang akan datang,” ujar Asmar.
Asmar juga menyatakan kesiapannya menghadiri sekaligus menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri di Kabupaten Kepulauan Meranti yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10/2026).
Ia mengapresiasi keberadaan 29 pondok pesantren dengan ribuan santri di Kepulauan Meranti. Menurutnya, pesantren merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membentuk generasi yang religius, berkarakter, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan.
Bupati juga mengajak para kiai dan ulama untuk bersama-sama menjaga kerukunan, keamanan, dan kondusivitas di tengah masyarakat.
Terkait bantuan hibah bagi pondok pesantren, Asmar menjelaskan bahwa realisasinya akan disesuaikan dengan kondisi fiskal dan kemampuan keuangan daerah.
Ia juga menegaskan bahwa pemenuhan hak-hak pegawai, termasuk pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), tetap menjadi perhatian pemerintah daerah dengan mempertimbangkan ketentuan yang berlaku serta kemampuan keuangan daerah.
Dalam kesempatan itu, Asmar meminta doa dan dukungan para ulama agar dapat menjalankan amanah sebagai kepala daerah dengan baik serta mewujudkan pembangunan sesuai visi Kabupaten Kepulauan Meranti, yakni “Meranti Unggul, Agamis dan Sejahtera.”
“Saya tidak akan mengkhianati amanah yang telah diberikan masyarakat. Mari bersama-sama membangun Kepulauan Meranti agar menjadi lebih baik lagi ke depannya,” katanya.
Selain peringatan Hari Santri, Asmar juga menyampaikan harapannya agar Kepulauan Meranti dapat dipercaya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau selama masa kepemimpinannya.
Menurut Asmar, penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi momentum syiar Islam dan penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga berpotensi mendorong perekonomian masyarakat melalui peningkatan aktivitas perdagangan, usaha mikro, jasa transportasi, dan sektor pendukung lainnya.
Ia berharap dukungan seluruh pihak dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren sehingga berbagai agenda keagamaan di Kepulauan Meranti dapat diwujudkan.
“Dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak, kita berharap Kepulauan Meranti semakin religius, maju, dan sejahtera,” pungkasnya…( ZAMRI )
