![]()
GALANG|DELI SERDANG, SUMATERA UTARA — Duka menyelimuti masyarakat Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Banjir akibat meluapnya Sungai Ular menerjang permukiman warga di Desa Bandar Kuala dan Desa Titi Besi, Kamis (29/10/2026) dini hari.
Bencana tersebut mengakibatkan sedikitnya 47 unit rumah terdampak, termasuk 11 rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat diterjang arus deras. Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sebanyak 50 kepala keluarga (KK) atau 175 jiwa terdampak banjir di kedua desa tersebut.
Tidak hanya merendam rumah warga, derasnya arus air juga dilaporkan menyeret dua unit sepeda motor serta menyebabkan sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Air Naik Selepas Magrib, Warga Panik Saat Arus Deras Menerjang
Nur (50), warga Dusun II, Desa Bandar Kuala, menceritakan detik-detik menegangkan ketika air mulai memasuki kawasan permukiman warga.
Menurut keterangannya, air mulai naik selepas waktu Magrib. Kondisi semakin mengkhawatirkan ketika arus deras menerjang permukiman sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.
Dalam waktu singkat, air menghantam rumah-rumah warga hingga menyebabkan kerusakan parah. Sebanyak 11 rumah di Dusun II, Desa Bandar Kuala, dilaporkan porak-poranda.
Dua unit sepeda motor juga dilaporkan hilang terbawa derasnya arus banjir.
Beruntung, berdasarkan informasi sementara yang diterima, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, musibah ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga yang harus menyaksikan tempat tinggal dan harta benda mereka rusak diterjang banjir.
Data Sementara: 47 Rumah dan 175 Jiwa Terdampak
Berdasarkan pendataan sementara dari posko penanggulangan bencana, dampak banjir di dua desa tersebut meliputi:
1. Desa Bandar Kuala, Dusun II
Sebanyak 11 unit rumah dilaporkan rusak berat akibat terjangan arus.
Sebanyak 13 kepala keluarga terdampak.
Jumlah warga terdampak mencapai 48 jiwa berdasarkan data posko sementara.
Dua unit sepeda motor dilaporkan hilang terbawa arus.
2. Desa Titi Besi, Dusun I
Sebanyak 36 unit rumah terendam banjir.
Sebanyak 37 kepala keluarga terdampak.
Jumlah penduduk terdampak mencapai 127 jiwa.
Kelompok rentan terdiri atas 10 balita dan 11 lanjut usia.
Tidak terdapat laporan ibu hamil dalam data sementara.
Ketinggian air dilaporkan bervariasi antara 70 sentimeter hingga mencapai satu meter.
Warga terdampak, khususnya mereka yang tidak dapat lagi menempati rumahnya, membutuhkan perhatian dan bantuan segera, terutama tenda pengungsian, makanan, air bersih, pakaian, serta kebutuhan dasar lainnya.
Kapolresta Deli Serdang Bersama Unsur TNI Turun Meninjau Lokasi
Besarnya dampak bencana tersebut mendapat perhatian dari jajaran kepolisian dan TNI.
Kapolresta Deli Serdang Kombes pol muhammad SH, SIK, M. Si Waka Polresta AKBP Juliani Prihatini, S.I.K., M.H bersama unsur pimpinan TNI dari Komandan Korem 022 pantai timur Kolonel inf sandi kamidianto, SIP, MIP dan Kodim 0204Deli Serdang Letkol inf wahidin sobar, s. Sos, MSc di dampingi Forkopimcam Galang turun langsung meninjau kawasan permukiman warga yang terdampak banjir, Kamis (29/10/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat, memastikan keselamatan warga, serta memantau penanganan darurat di lokasi bencana.
Kehadiran jajaran TNI-Polri tersebut juga menjadi bagian dari koordinasi bersama pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan masyarakat terdampak.
Camat Galang dan Forkopimcam Bergerak ke Lokasi Bencana
Selain jajaran TNI-Polri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Galang bersama pemerintah desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut melakukan peninjauan lapangan.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait yang dilaporkan hadir antara lain: Camat Galang, Dharma Bakti Harahap, S.Sos. Kapolsek Galang, AKP Doli Suryanto Silaban, S.H., M.H. Danramil18 Galang Kapten Inf Aris ,Sekretaris Camat Galang, Herman Kaya Siregar, S.Sos.,Kepala Desa Bandar Kuala, Nasimin.Kepala Desa baru Titi Besi Faisal Rahmadan Siregar ,Unsur BPBD dan petugas terkait.
Peninjauan tersebut difokuskan pada kondisi rumah warga, keselamatan masyarakat, kebutuhan pengungsian, serta pendataan kerusakan dan kerugian akibat banjir.
Koordinasi lintas instansi diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan dan langkah pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.
Tangis Warga di Tengah Puing Rumah, Harapan Bantuan Segera Datang
Bagi masyarakat Desa Bandar Kuala dan Desa Titi Besi, banjir kali ini bukan sekadar bencana alam yang meninggalkan genangan air.
Di balik rumah-rumah yang rusak, terdapat keluarga yang kini harus memikirkan tempat berlindung, makanan untuk anak-anak, hingga bagaimana membangun kembali kehidupan mereka.
Rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berteduh dan membesarkan keluarga kini sebagian mengalami kerusakan berat akibat derasnya arus banjir.
Kesedihan tersebut menjadi gambaran beratnya perjuangan warga menghadapi musibah.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, BPBD, instansi terkait, serta para dermawan dapat segera memberikan bantuan yang dibutuhkan, terutama bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Pendirian tenda pengungsian, penyediaan logistik, pelayanan kesehatan, serta penanganan kelompok rentan menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
Warga Diminta Tetap Waspada terhadap Banjir Susulan
Mengingat banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Ular, masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya apabila terjadi hujan deras dan kenaikan debit air.
Penanganan darurat, pendataan kerusakan, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas agar masyarakat terdampak dapat memperoleh perlindungan dan bantuan secepatnya.
Di tengah duka yang menyelimuti dua desa tersebut, solidaritas dan kepedulian seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan.
Banjir boleh menghancurkan rumah dan menghanyutkan harta benda, tetapi harapan serta semangat kebersamaan warga Galang harus tetap terjaga.
Kini, masyarakat Desa Bandar Kuala dan Desa Titi Besi menanti uluran tangan serta langkah nyata pemulihan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan layak.
(L bagus)
