![]()
Batu Bara, Patroli24jam.com
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta merawat kebinekaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ajakan tersebut disampaikan Sonny saat melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi dengan jajaran Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Pusat dan Sumatera Utara di Kantor Sekretariat INTI Sumut, Kompleks CBD Polonia, Medan, Selasa (27/10/2026).
Menurut Sonny, upaya menjaga keamanan dan persatuan bangsa tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian. Partisipasi masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, diperlukan untuk membangun lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif.

Dalam pertemuan tersebut, Sonny menegaskan pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila serta menjaga semangat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan melindungi keluarga dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Kami memohon dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Sonny.
Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kapolda Sumut tiba di lokasi sekitar pukul 15.25 WIB bersama rombongan yang terdiri atas Wakapolda Sumut, Dirbinmas Polda Sumut, Kabid Humas Polda Sumut, Kabid Propam Polda Sumut, dan Kapolrestabes Medan.

Kedatangan rombongan disambut Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin, Ketua Pengurus Daerah INTI Sumatera Utara Janlie, S.E., Ak., beserta jajaran pengurus dan sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Tionghoa di Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Janlie menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Sumut beserta rombongan. Ia menjelaskan bahwa INTI merupakan organisasi yang mengedepankan nilai kebangsaan dan pluralisme serta tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu.
Menurut Janlie, keberagaman latar belakang anggota menjadi salah satu bagian penting dalam membangun semangat kebersamaan dan kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

“Organisasi kami tidak hanya terdiri dari satu agama atau suku tertentu, tetapi berasal dari beragam latar belakang. Semangat kebangsaan dan pluralisme menjadi bagian penting dalam organisasi kami,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin menyampaikan terima kasih atas kesempatan bersilaturahmi dengan Kapolda Sumut. Ia menjelaskan bahwa INTI didirikan pada 1999, setelah peristiwa kerusuhan 1998, dengan membawa semangat kebangsaan dan kebersamaan.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan organisasi kemasyarakatan, sekaligus membangun kesamaan pandangan mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas
Selain menyoroti keamanan dan persatuan, Sonny juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Ia mendorong pendekatan persuasif dan edukatif agar masyarakat semakin disiplin dalam berkendara. Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain penggunaan helm, kepatuhan terhadap marka jalan, larangan melawan arah, serta penggunaan sabuk pengaman.
Menurut Sonny, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran setiap pengguna jalan.
Ia menegaskan, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting bagi keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian, baik dalam menjaga keamanan maupun membangun budaya tertib di ruang publik.

“Polri tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” katanya.
Kebinekaan sebagai Modal Persatuan
Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri Ketua PC INTI Medan Syafii Salim, Ketua PC INTI Binjai Erwin, Ketua PC INTI Serdang Bedagai Budi, S.E., Ketua Perempuan INTI Sylvia Wong Fong Lan, serta sejumlah ketua organisasi kemasyarakatan Tionghoa di Sumatera Utara.
Pertemuan diakhiri dengan pertukaran plakat dan cenderamata sebagai simbol silaturahmi serta penguatan hubungan antara Polda Sumut dan keluarga besar INTI.

Melalui pertemuan tersebut, sinergi antara kepolisian dan organisasi kemasyarakatan diharapkan semakin kuat. Kolaborasi lintas kelompok dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa perbedaan suku, agama, dan latar belakang bukan penghalang untuk membangun Indonesia yang damai dan bersatu.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika pun menjadi landasan bersama dalam menjaga keharmonisan masyarakat Sumatera Utara, sehingga keamanan, toleransi, dan persatuan dapat terus terpelihara.
